PUISI
Ayahanda
Tak
terasa waktu semakin berlalu
Tinggalkan
cerita masa lalu
Dalam
sepenjang hidupku kini
Takkan
ada tawamu di hati
Kau sosok motivasi dalam hidupku
Bersamamu kurasakan damai dalam hati
Karena kau pejuang sejati bagiku
Sudah
lima tahu kau pergi meninggalkan kami
Dengan
tabah dan ikhlas kami hadapi semua itu
Hari-hari
terasa sepi dan sunyi sejak kepergianmu
Tapi
semua itu sudah menjadi takdir ilahi
PU!S!
hay gUys.....
bagi yang penggemar`penggemar puisi.
gUe punya puisi lho buat lho`lho pada...
ne dia, selamat berpuisi ria...
JANJI SEBUAH HATI
Terkadang jarak yang jauh
Hadirkan rasa rindu dan ragu
Terkadang rentang waktu
Hadirkan sepi dan asing
Persahabatan sering berakhir dengan percintaan
Tapi tak selamanya
Kooperatif Tipe STAD
19.01 |
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD
A.
Pengertian
Model pembelajaran kooperatif merupakan pendekatan belajar
dimana siswa belajar dalam kelompok kecil, saling membantu untuk memahami suatu
bahan pembelajaran, memeriksa, dan memperbaiki jawaban teman, serta kegiatan
lainnya dengan tujuan mencapai prestasi belajar tertinggi. Belajar belum selesai
jika salah seorang teman dalam kelompoknya belum menguasai bahan pembelajaran.
Beberapa tipe belajar kooperatif, diantaranya Student Team
achievement Division (STAD), Team Games Turnament (TGT), Team Assisted
Individualization (TAI), Cooperatif Integrated and Reading and Composition
(CIRC). Dalam makalah ini akan dibahas satu tipe belajar kooperatif yang
dikenal dengan istilah Student Team Achievement Division (STAD).
STAD terdiri lima komponen, yaitu :
1) Penyajian Kelas
Penyajian
materi pelajaran di kelas dilakukan oleh guru secara audio visual, yang umumnya
melalui pengajaran secara langsung (informasi) atau dengan menggabungkan
ceramah-diskusi.
2) Pembentukan Kelompok
Pembentukan Kelompok
Kelompok
yang dibentuk beranggotakan 4 atau 5 orang siswa. Kelomok tersebut merupakan
kelompok heterogen, yang mewakili hasil-hasil akademis dalam kelas, jenis
kelamin, dan ras atau etnis.
3) Kuis
Saat
mengerjakan kuis, siswa dalam satu kelompok tidak diperbolehkan saling
membantu. Dengan demikian, siswa sebagai individu bertanggung jawab untuk
memahami materi pelajaran.
4) Skor Perkembangan Individu
Skor
perkembangan individu berguna untuk memotivasi siswa agar berprestasi maksimum
yang dapat dicapai jika ia bekerja keras, dan bekerja lebih baik dari
sebelumnya. Setiap siswa diberi skor dasar yang ditentukan berdsarkan nilai
rata-rata siswa sebelumnya. Selanjutnya siswa menyumbangkan poin bagi
kelompoknya berdasarkan tingkat pemerolehan skor kuisnya.
5) Penghargaan Kelompok
Penghargaan
kelompok dapat diwujudkan dengan memberikan sertifikat atau bentuk penghargaan
lainnya jika memperoleh skor rata-rata melebihi kriteria tertentu.
B. Tahap-tahap/Prosedur Pembelajaran
Kooperatif Tipe STAD
1. Persiapan STAD
a.
Materi
Materi
pembelajaran kooperatif tipe STAD dirancang untuk pembelajaran berkelompok.
Sebelum menyajikan materi pembelajaran, dibuat lembar kegiatan yang akan
dipelajari kelompok kooperatif, dan lembar jawaban dari lembar kegiatan
tersebut.
b.
Menetapkan siswa dalam kelompok
Setiap
kelompok beranggotakan 4 atau 5 orang, yang terdiri atas siswa berkemampuan
tinggi, sedang, dan rendah.
c.
Menentukan skor dasar
Skor
adalah skor rata-rata siswa pada kuis sebelumnya. Setelah diberikan tiga kuis
atau lebih, maka gunakan skor rata-rata kuis sebagai skor dasar.
d.
Kerjasama kelompok
Sebaiknya
sebelum memulai pembelajaran, dilakukan latihan kerjasama kelompok, misalnya
dengan membuat logo kelompok.
e.
Jadwal aktivitas
Terdiri
atas lima 5 siklus kegiatan pengajaran ; menyampaikan pelajaran, kerja kelompok
dengan menggunakan lembar kegiatan, tes, penghargaan kelompok, dan laporan
berkala kelas.
2. Mengajar
Setiap
pembelajaran dalam STAD dimulai dengan presentasi kelas, yang meliputi :
-
Pendahuluan
-
Pengembangan
-
Petunjuk praktis
-
Aktivitas kelompok
-
Kuis
3. Kegiatan Kelompok
Selama
belajar kelompok, tugas anggota kelompok adalah mempelajari materi pelajaran
yang telah dipresentasikan dan membantu teman satu kelompok untuk menguasai
materi pelajaran.
4. Tes
Tes
ini tidak dikerjakan secara kelompok dan skor nilai yang diperoleh disumbangkan
untuk skor kelompok.
5. Penghargaan Kelompok
Kegiatan
ini diawali dengan menghitung skor individu dan skor kelompok. Selanjutnya
dengan penghargaan terhadap prestasi kelompok.
6. Mengembalikan Kumpulan Kuis yang
Pertama
Ketika
guru mengembalikan, kumpulan kuis yang pertama pada siswa (dengan skor dasar,
skor kuis, dan poin perkembangan), guru perlu menjelaskan sistem perkembangan.
7. Menghitung Ulang Skor Dasar
Pada
setiap periode penilaian, lakukan penghitungan ulang skor kuis rata-rata siswa
dan berikan skor dasar yang baru.
8. Mengubah kelompok
Setelah
5 atau 6 minggu pembelajaran kooperatif tipe STAD atau pada akhir periode
penilaian, bentuklah kelompok siswa yang baru. Hal ini memberikan kesempatan
kepada siswa untuk bekerja dengan teman kerja yang lain dan memelihara program
itu tetap segar.
9. Penilaian
Nilai
yang dilaporkan sebaiknya didasarkan pada skor kuis aktual siswa, bukan pada
nilai perkembangan atau skor kelompoknya.
tips perawatan kulit
Tips
Menjaga Kulit Sehat
1.
Lindungi diri dari sengatan matahari.
Salah satu
cara paling penting untuk merawat kulit Anda adalah melindunginya dari sinar
matahari. Seringnya terkena paparan sinar matahari dapat menyebabkan kerutan,
bintik-bintik hitam dan masalah kulit lainnya, serta meningkatkan risiko kanker
kulit.
Untuk
menghindari hal tersebut, anda dapat mencoba beberapa hal di bawah ini:
- Gunakan tabir surya. Gunakan tabir surya dengan SPF minimal 15. Bila Anda di luar ruangan, gunakan tabir surya setiap dua jam – atau lebih.
- Mencari teduhan. Hindari matahari pada pukul 10:00 – 16:00, karena sinar matahari kuat pada saat itu.
- Pakailah pakaian pelindung. Menutupi kulit Anda dengan rapat seprti memakai kemeja lengan panjang, celana panjang. Juga pertimbangkan aditif laundry, yang memberikan pakaian lapisan tambahan perlindungan ultraviolet untuk sejumlah dicuci, atau khusus matahari pakaian pelindung – yang dirancang khusus untuk memblokir sinar ultraviolet.
2.
Jangan merokok.
Merokok
dapat membuat kulit Anda terlihat lebih tua, serta memberikan kontribusi
keriput kulit lebih besar. Selain itu merokok dapat menyempitkan pembuluh darah
kecil di lapisan terluar kulit, dan menurunkan aliran darah. Hal Ini membuat
kulit kehilangan oksigen, dan nutrisi penting bagi kesehatan kulit. Selain itu
merokok juga merusak kolagen dan elastin – serat-serat yang memberikan kulit
Anda kekuatan dan elastisitas.
3.
Rawat kulit Anda dengan lembut.
- Batasi waktu mandi. mandi terlalu lama dapat menghilangkan minyak dari kulit Anda. Batasi mandi atau waktu mandi, dan menggunakan hangat – bukan air panas.
- Pilihlah pembersih yang ringan. Gunakan sabun mandi yang dapat melembutkan.
- Hati-hati dalam bercukur. Untuk melindungi dan menghaluskan kulit Anda, oleskan krim cukur, lotion atau gel sebeltm bercukur. Gunakan pisau cukur yang bersih dan tajam. Mencukur menurut arah rambut tumbuh, bukan sebaliknya.
- Setelah mandi, keringkan tubuh anda menggunakan handuk kering dengan lembut dan setengah menepuk. Sehingga kelembaban tetap terjaga pada kulit Anda.
- Melembabkan kulit kering. Jika kulit Anda kering, gunakan pelembab yang sesuai dengan jenis kulit Anda. Untuk penggunaan sehari-hari, pertimbangkan pelembab yang mengandung SPF.
4.
Makan makanan yang sehat.
Pola makan
sehat, makan banyak buah-buahan, sayuran, gandum dan protein tanpa lemak.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa makanan yang kaya akan vitamin C dan
rendah lemak, karbohidrat olahan atau yang telah disempurnakan dapat
menyebabkan kulit terlihat lebih muda.
5. Mengelola stres.
5. Mengelola stres.
Stres yang
tidak terkendali dapat membuat kulit Anda lebih sensitif dan memicu jerawat dan
masalah kulit lainnya. Untuk mendorong kulit yang sehat, juga keadaan fikiran
yang tenang, dapat mengambil langkah-langkah untuk mengelola stres Anda.
Hindari
stress yang berlebihan, terapkan batas-batas tingkat stress di tingkat wajar.
Kesibukan yang tidak terarah membuat anda kelelahan, sehingga stress lebih
dekat dengan anda. sediakanlah waktu untuk berlibur atau bersantai.
SELAMAT
MENCOBA. . .
model pembelajaran cooperatif learning
06.31 |
MACAM-MACAM MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIF LEARNING
1. Model Pembelajaran
Kooperatif Tipe Think-Pair-Share
Dalam pembelajaran ini,
guru mengajukan pertanyaan atau isu dan meminta setiap siswa memikirkan jawaban
atau penjelasannya. Selanjutnya, siswa diarahkan untuk berpasangan dan
mendiskusikan jawaban atau penjelasan tadi. Pasangan siswa akhirnya diminta
menyampaikan kepada seluruh siswa secara klasikal hal yang telah didiskusikan
dalam pasangan mereka.
2. Model Pembelajaran
Kooperatif Tipe Jigsaw
Dalam pembelajaran ini,
berbagai materi disajikan kepada siswa dalam bentuk teks, dan setiap siswa
dalam kelompok bertanggung jawab mempelajari satu porsi materi. Anggota tim
yang berbeda dan memiliki materi sama berkumpul membentuk tim ahli untuk belajar
dan saling membantu mempelajari materi tersebut. Mereka lalu kembali kekelompok
awal dan menjelaskan sesuatu yang telah mereka pelajari dalam pertemuan tim
ahli.
juga dikelompokkan
berdasarkan pertemanan atau kesamaan minat tentang topik tertentu. Kelompok
siswa kemudian memilih topik untuk diselidiki, melakukan penyelidikan yang
mendalam atas topik yang dipilih itu. Selanjutnya menyiapkan laporan dan
mempresentasikan laporannya kepada seluruh kelas.
. 3. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Divisions
Pembelajaran ini adalah
pembelajaran kooperatif yang mengelompokkan siswa dalam tim pembelajaran. Guru
mempresentasikan pembelajaran dan siswa dalam tim bekerja untuk memastikan
bahwa seluruh anggota tim menuntaskan atau menguasai pelajaran itu. Seluruh
siswa dikenai tugas individual dan mereka tidak boleh lagi saling membantu
dalam menyelesaikan tugas tersebut.
4. Model Pembelajaran
Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok
Dalam pembelajaran ini, siswa dikelompokkan secara
heterogen, tapi bisa juga dikelompokkan berdasarkan pertemanan atau kesamaan
minat tentang topik tertentu. Kelompok siswa kemudian memilih topik untuk
diselidiki, melakukan penyelidikan yang mendalam atas topik yang dipilih itu.
Selanjutnya menyiapkan laporan dan mempresentasikan laporannya kepada seluruh
kelas.
5. Model Pembelajaran
Kooperatif Langsung
Guru mengajar selangkah
demi selangkah untuk meningkatkan pengetahuan prosedural dan faktual siswa.
Pembelajaran ini diterapkan dengan demonstrasi atau penjelasan yang dilakukan
oleh guru dan dilanjutkan dengan kerja siswa terbimbing. Selanjutnya, umpan
balik diberikan sebelum memberi siswa tugas yang diperluas.
6. Model Pembelajaran
Kooperatif Berbasis Masalah
Pembelajaran didahului
dengan mengajukan permasalahan kepada siswa, kemudian mereka diarahkan untuk
melakukan penelitian kelompok. Guru membantu kelompok mendapatkan informasi
yang tepat dan menata laporan hasil penelitian untuk disampaikan kepada seluruh
kelas. Terakhir, siswa dipandu untuk melakukan refleksi, analisis, dan evaluasi
proses dan hasil penelitian siswa.
7. Model Pembelajaran
Kooperatif Tipe Team Game Tournament
Dalam pembelajaran ini,
kinerja siswa tidak dinilai dengan kuis individual, tetapi dengan turnamen
perbaikan akademik. Siswa mewakili timnya berlomba dengan anggota tim lain yang
setara kinerja akademiknya berdasarkan hasil penelitian yang lalu. Siswa dari
seluruh tingkat kinerja pada tiap kelompok mempunyai peluang yang sama untuk
menyumbang poin bagi timnya jika mereka berbuat yang terbaik.
8. Model Pembelajaran Kooperatif
Tipe Numbered-Heads Together
Dalam pembelajaran ini,
lebih banyak siswa dilibatkan dalam menelaah materi pelajaran. Setiap siswa
dalam kelompok diberi nomor yang berbeda. Guru mengajukan pertanyaan dan siswa
dalam kelompok kemudian menyatukan kepala dan memastikan bahwa setiap anggota
kelompok mengetahui jawaban pertanyaan. Selanjutnya guru memanggil nomor
tertentu dan dari semua siswa bernomor sama dari tiap kelompok yang mengangkat
tangan, dipilih beberapa untuk menjawab kepada seluruh kelas.
Langganan:
Postingan (Atom)









